MEDIA LOKAL ATAU MEDIA KOMUNITAS

Narasumber; Heri Setiyono (Direktur PLaCIDS Averroes Community, Penanggung Jawab News Letter “Simpul Demokrasi”, Koordinator Progam Sekolah Demokrasi Batu)

  1. Muncul wacana kalau pers adalah pilar keempat demokrasi. Benarkah demikian?

Maksud idiom tersebut saya kira dihubungkan dengan konsepsi trias politica, yakni adanya lembaga demokrasi yang diklasifikasi legislatif, eksekutif dan yudikatif. Tapi, menurut saya, pers adalah kekuatan penekan (pressure groups) yang sangat penting dalam demokrasi. Melalui pers, berbagai kebijakan publik dapat didorong. Peran pers juga sangat besar dalam mencerdaskan masyarakat.

  1. Apa yang  terjadi jika media kurang kritis dalam merespon isu-isu yang ada saat ini?

Peran pers sangat besar dalam upaya transformasi masyarakat madani. Pesan perubahan yang dibawa melalui media massa bisa sangat efektif, massif dan berdampak luas. Nah, jika media massa kurang kritis dalam merespon isu-isu, perkembangan dan kemajuan masyarakat akan lambat, atau bahkan mandeg karena derasnya kooptasi kepentingan kekuasaan.

  1. Kalau kita melihat media-media besar saat  ini dikuasai oleh para pemodal dan politikus, apa yang bisa diharapkan dari media-media besar saat ini?

Saat ini, media massa banyak yang menjadi kelompok kepentingan, atau bahkan melayani kelompok kepentingan tertentu. Jika sudah demikian, sulit untuk mengharapkan mereka bisa berperan aktif dalam mendorong transformasi masyarakat.

Yang bisa diharapkan dari berbagai media besar saat ini hanyalah adanya beragam perspektif mengenai satu persoalan. Sebab, berbagai media besar tersebut umumnya memiliki kepentingan yang berbeda dalam banyak kasus. Dengan berbagai perspektif tersebut, setidaknya masyarakat dapat memahami lebih utuh mengenai apa yang terjadi.

  1. Sekarang mulai merebak muncul media-media komunitas, jurnalisme warga. Bagaimana pandangan anda tentang kemunculan ini?

Kemunculan berbagai media komunitas tentu saja merupakan hal yang sangat positif dalam mendorong transformasi masyarakat agar menjadi kian kritis.

  1. Bisakah media komunitas dikatakan media penyeimbang dari media-media dari media-media besar yang sudah dikuasai para pemodal dan politisi yang biasanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri?

Dalam konteks dan lingkup komunitas yang terbatas, bisa saja. Karena media komunitas dapat lebih jelas dan dekat dalam menggambarkan fenomena komunitas. Misalnya, komunitas petani tertentu pastinya lebih memercayai berita tentang mereka yang dimuat oleh media komunitas mereka, ketimbang berita yang berasal dari media besar.

  1. Menurut anda, sejauh ini apa kelebihan media komunitas?

Kelebihannya, media komunitas lebih dekat dengan komunitas, dengan berita yang ‘dekat’ dengan komunitas mereka sendiri. Selain itu, media komunitas dapat dikontrol langsung oleh komunitas sendiri.

  1. Samakah antara media lokal dengan media komunitas?

Tidak sama. Perbedaannya terletak pada orientasi mereka. Media lokal,  umumnya memiliki orientasi yang sama dengan media industry yang besar. Sementara media komunitas lebih mengedepankan aspek transformasi kritis warga komunitas.

  1. Konten/ isi yang bagaimanakah yang efektif untuk media komunitas?

Media komunitas seharusnya mengusung misi transformasi komunitas ke arah yang lebih baik. Selain itu, media komunitas dapat mengoptimalkan potensi jurnalistik warga komunitas. Dan yang tak kalah penting, media komunitas juga merupakan wahana silaturahim gagasan dan pemikiran antar anggota maupun tokoh komunitas.

Tentang kalifasociety

KALIFA Society Adalah komunitas yang mewadahi individu dan kiprah alumni PMII di Blitar untuk mengembangkan diri, komunitas dan masyarakat. BENTUK ORGANISASI Model Organisasi Komunitas yang Berbadan Hukum Perkumpulan.VISI KALIFA Society: Menjadi komunitas kritis-partisipatif untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin. MISI KALIFA Society: Melakukan kajian, penelitian, penerbitan, pendidikan, pelatihan, advokasi serta kegiatan lainnya dengan mengedepankan berfikir kritis, bertindak partisipatif untuk mewujudkan komunitas dan masyarakat yang berdaya, beradab, mandiri dan berdaulat. BENTUK ORGANISASI: Model Organisasi Komunitas yang Berbadan Hukum Perkumpulan. Untuk mewujudkan VISI dan melaksanakan MISI, KALIFA akan menjalin hubungan kemitraan dengan pihak manapun, berdasar prinsip kesetaraan dan saling membawa kemanfaatan. AKTIVITAS DAN RUANG LINGKUP: Kajian, Penelitian, Pendidikan Pelatihan, Penerbitan dan Usaha Ekonomi yang didedikasikan pada upaya pengembangan komunitas dan masyarakat, khususnya di Bidang Capacity Building, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Kebijakan Publik dan Ekonomi Kerakyatan. ORIENTASI KALIFA: Segala aktivitas KALIFA diupayakan dapat memberikan kontribusi positif bagi adanya perubahan yang lebih baik pada tingkat individu anggota, komunitas dan masyarakat.
Pos ini dipublikasikan di Ngobrol. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s