MATA HATI; SALAH SATU PILIHAN EKSISTENSI

Oleh: Moh. Asrofi

Perjalanan yang panjang dan sangat melelahan tentunya tidak akan pernah terlupakan, karena dari perjalanan itu telah menjadi sejarah. Dan sejarah itulah yang menjadi bukti bisu dari kerja-kerja perjuangan yang telah dilalui.  Terlepas dari itu semua Kalifa Society juga mempunyai sejarah yang sangat panjang mulai dari awal munculnya gagasan atau ide untuk membentuk sebuah organisasi komunitas yang bertujuan mewadahi kader-kader PMII yang sudah purna masa keanggotaan secara AD/ART khususnya yang ada di Blitar. Walaupun sebenarnya secara ideologis nilai-nilai yang ada di PMII seperti NDP, Aswaja dan perangkat lainya tidak akan pernah purna sampai kapanpun.

Penggarapan yang panjang mulai dari perumusan AD/ ART, nama untuk organanisasi komunitas sampai lambang yang terus-menerus mengalami dialektika yang panjang dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit, ketika semuanya sudah siap dan dideklarasikan pada bulan syawal 1431 H.

Wadah ini sangat diperlukan, karena sampai saat ini walaupun sudah muncul gagasan dari sahabat-sahabat PMII dari out put yang dihasilkan ketika berproses di PMII misalnya adalah entrepreneurship, agamawan muda populis, budayawan, politikus, politisi ekstra parlementer, dan juga akademisi tetapi masih saja politikus menjadi mayoritas pilihan. Sedangkan sudah terlalu banyak yang mengambil jalan politisi. Dari sini akan memunculkan sebuah pertanyaan, yang lain bagaimana? Untuk menjawab semua itu yang akan mewadahinya terbentuklah kalifa society.

Terbentuknya organisasi komunitas Kalifa Society bukan akhir dari sebuah kerja-kerja yang kemudian ditinggalkan begitu saja, tetapi tantangan yang lebih besar sebenarnya akan dimulai. Karena, organisasi bukanlah makhluk hidup yang bisa berjalan sendiri, tetapi orang-orang yang ada di dalamnya yang mendapat mandat yang mempunyai tanggung jawab terhadap eksistensi sebuah organisasi.  Eksistensi dari sebuah organisasi merupakan sebuah keharusan dan tidak dapat ditawar lagi. Agar Kalifa Society bisa dikenal maka, seluruh variable di dalamnya perlu kerja keras agar Kalifa Society bisa dikenal seluruh masyarakat dan visi dan misi yang sudah menjadi consensus bersama dapat tercapai.

Perlu adanya gagasan yang cemerlang untuk memulai kinerja awal dari organisasi yang baru berdiri. Karena semua semua masih mencari bentuk yang pas. Dari waktu ke waktu akan terus mengalami perubahan. Dan perubahan itu harus segera diupayakan agar organisasi ini bisa mapan.

Realitas Mata Melihat

Ketika organisasi komunitas Kalifa Society terbentuk tentu banyak permasalahan yang menghadang. Di antaranya adalah mayoritas anggota masalah kepengurusan yang masih dualisme,  SDM yang minim, legalitas organisasi dan lain-lainya.

Tapi semua harus segera dicari titik temu dan dengan harapan besar agar semua itu tidak menjadi kendala. Banyak hal-hal yang telah dilakukan untuk menjawab tantangan yang sudah di depan mata. Diskusi-diskusi terus dilakukan untuk mempertajam arah gerak dan membuat rancangan gerakan strategis organisasi kalifa society.

Dari beberapa diskusi yang terus dilakukan memunculkan gagasan dan ide-ide gerakan menjadi prioritas gerakan strategis untuk menunjukan taring kalifa society. Gagasan tentang gerakan strategis yang menjadi prioritas awal yang terus dikaji tidak menafikan kekuatan yang dipunyai pengurus Kalifa Society. Walaupun dalam struktur kepengurusan banyak tercantum nama-nama orang besar sewaktu masih aktif dalam gerakan PMII. Tapi apa mau dikata semua punya kesibukan dan itu sudah menjadi prioitas, jadi dalam melakukan gerakan-gerakan awal ini masih dengan tenaga dan kapasitas yang terbatas. Belum lagi sebagian pengurus kalifa masih dalam kepengurusan aktif dalam PMII walaupun dalam waktu yang tidak lama lagi sudah purna tugas dari kepengurusan aktif.

Ketika dengan segala sesuatu yang terbatas itu dengan berbagai pertimbangan dan dialektika yang panjang muncul satu pilihan gerakan awal yang mengarah pada kesamaan yaitu gerakan di media. Beberapa rintisan dalam media sudah mulai berjalan misalnya usulan dari sahabat Arifin Bahtiar yang mempunyai gagasan untuk menerbitkan sebuah buku yang sudah melakukan kajian dan menjadi sebuah out line.

Muncul ide kedua tentang penerbitan news letter yang direncanakan terbit setiap bulan dan yang satu bersifat aksidental, jadi ada dua jenis news letter dan kemudian news letter itu dalam penerbitanya tidak hanya melalui media cetak tetapi akan juga memanfaatkan tehnologi fasilitas dunia maya.

Mata Hati; Bicara Kebenaran

Teringat dalam sebuah sajak yang dibuat oleh seorang Ulama’ terkenal yang sekarang sebagai Wakil Rais ‘Aam Syuriah PBNU yaitu KH. A. Mustofa Bisri lewat sajaknya yang berjudul Lirboyo. Tentang kritiknya kepada santri-santri yang lebih yang lebih menyukai diskusi-diskusi yang sarat kata ilmiah yang katanya menunjukan intelektualitas tetapi tidak mempunyai tindak lanjut yang jelas sehingga sehabis melakukan diskusi berakhir begitu saja.

“… atau seperti dimana-mana diskusi-diskusi sarat ilmiah tanpa kelanjutan, dinilai lebih bergengsi dan bergaya …” kata ini seolah-olah menampar dengan tamparan yang sangat keras. Untuk itu, dari semua diskusi yang setiap hari dilakukan tidak hanya untuk mengisi waktu tetapi terus ditindak lanjuti.

Ketika menindak lanjuti hasil gagasan untuk membuat gerakan melalui media sebagai langkah awal untuk menunjukan eksistensi diri, muncul kebingungan untuk mencari sebuah nama yang pas untuk media news letter yang akan diterbitkan. Beberapa kali diskusi masih mengalami kebuntuan. Setelah beberapa mengalami kebuntuan tentang nama akhirnya muncul beberapa kata untuk nama news letter. Kata awal yang muncul usulan dari saya sendiri yaitu “Pasir” kata pasir adalah arti dari kata al-Ahqaaf. Kemudian muncul lagi dari sahabat putut yang sekaligus sebagai direktur Kalifa Society yaitu kata “samudera”, setelah muncul kata samudera memunculkan kembali kata  “Suara Blitar” dari sahabat Gufron. Dan dalam kesempatan yang lain sempat untuk konsultasi meminta masukan kepada salah satu ulama KH. A. Mustofa Bisri. Beliau memberikan beberapa nama di antaranya adalah Kabar, Medikom, Fajar.

Dari semua rasionalisasi yang diberikan masing-masing usulan tetap tidak menemukan satu kesepahaman nama. Masing-masing tetap mempertahankan argumenya. Akhirnya mencari titik temu pembahasan lebih di arahkan pada kata apa yang pas. Ada beberapa opsi kata symbol, kata provokatif, kata singkatan, atau sebuah kata yang tidak punya makna atau bias dikatakan kata dekonstruksi seperti. Setelah mengalami negoisasi yang panjang yang menjadi kesepakatan adalah kata symbol.

Ketika yang dipilih adalah kata symbol, maka secara otomatis beberapa opsi akan gugur hanya kata-kata symbol yang akan diteruskan untuk menjadi nama media ini. Ada tiga nama yang bisa dikategorikan symbol yaitu pasir, samudera, dan fajar. Dari ketiga nama yang masuk dalam ketegori setelah mengalami rasionalisasi juga belum bisa mengerucut pada satu nama.

Setelah sekian lama akhirnya diambil jalan tengah bahwa akan memunculkan opsi baru menjadi kesepakatan yang secara makna mencakup semua maksud dari opsi-opsi sebelumnya. Maka mata hati adalah kata muncul yang menjadi kesepakatan bersama.

Dalam merumuskan slogan pun juga mengalami proses, seperti media-media yang lain juga mempunyai slogan yang menjadi karakter media itu sendiri. Dalam mencari slogan yang tepat pun juga muncul berbagai opsi, dari yang pertama propaganda menuju civil society, bicara kebenaran dari wacana pinggiran, teriakan untuk perubahan, wacana masyarakat dalam goresan tinta. Semua tidak juga tidak mempunyai kesepakatan, akhirnya setelah beberapa rasionalisasi mengalami kesepakatan bahwa inti dari slogan adalah bicara kebenaran.

Tercetuslah sebuah kesatuan yang diidam-idamkan berupa nama sebuah media beserta sloganya yaitu Mata Hati; Bicara Kebenaran. Dalam proses perdebatan yang panjang tentu nama ini tidak muncul begitu saja, juga tidak dipungkiri bahwa nama ini muncul dan menjadi kesepakatan setelah melakukan perbandingan nama dan slogan dengan media lain. Tapi harus diakui secara jujur bahwa yang menjdi inspirasi dari nama-nama yang muncul berkiblat pada nama majalah Mata Air. Tetapi nama Mata Hati bukanlah menjiplak nama Mata Air itu, yang menjadi acuan adalah subtansi nilai filosofis kata dan beberapa rubric yang akan menjadi konten dari media ini sendiri.

Sebuah gagasan pertama yang menjadi pilihan gerakan strategis akan terus mengawal perubahan dan akan terus-menerus berbicara tentang realita, Mata Hati, adalah bagian dari tubuh setiap manusia yang terus berbicara tentang kebenaran dan kejujuran. Jika dalam setiap bagian-bagian tubuh ini mulai dari otak, tangan, kaki, kepala, lidah, bibir, digerakan oleh mata hati maka tidak akan ada kebohongan.

Sebuah gagasan akan tetap menjadi khayalan jika tidak ada tindak lanjut yang jelas. Tentunya dengan munculnya media ini akan terus bisa continue dan terus mampu bersinergi dengan gerakan apapun yang bias membawa perubahan dan tetap mengawal visi misi organisasi komunitas ini.

Teringat sebuah kalimat yang biasa menjadi sindiran dalam setiap diskusi dan biasanya menjadi bahan perbincangan di setiap diskusi yang ditemani secangkir kopi  bahwa “Ide tanpa praksis adalah awang-awang, praksis tanpa ide adalah arogan”. Itulah sekelumit celotehan yang biasa muncul. Tentunya harapan semua yang menjadi inisiatif apapun dapat terlaksana secara istiqamah.

Blitar, 19 Pebruari 2011

Tentang kalifasociety

KALIFA Society Adalah komunitas yang mewadahi individu dan kiprah alumni PMII di Blitar untuk mengembangkan diri, komunitas dan masyarakat. BENTUK ORGANISASI Model Organisasi Komunitas yang Berbadan Hukum Perkumpulan.VISI KALIFA Society: Menjadi komunitas kritis-partisipatif untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin. MISI KALIFA Society: Melakukan kajian, penelitian, penerbitan, pendidikan, pelatihan, advokasi serta kegiatan lainnya dengan mengedepankan berfikir kritis, bertindak partisipatif untuk mewujudkan komunitas dan masyarakat yang berdaya, beradab, mandiri dan berdaulat. BENTUK ORGANISASI: Model Organisasi Komunitas yang Berbadan Hukum Perkumpulan. Untuk mewujudkan VISI dan melaksanakan MISI, KALIFA akan menjalin hubungan kemitraan dengan pihak manapun, berdasar prinsip kesetaraan dan saling membawa kemanfaatan. AKTIVITAS DAN RUANG LINGKUP: Kajian, Penelitian, Pendidikan Pelatihan, Penerbitan dan Usaha Ekonomi yang didedikasikan pada upaya pengembangan komunitas dan masyarakat, khususnya di Bidang Capacity Building, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Kebijakan Publik dan Ekonomi Kerakyatan. ORIENTASI KALIFA: Segala aktivitas KALIFA diupayakan dapat memberikan kontribusi positif bagi adanya perubahan yang lebih baik pada tingkat individu anggota, komunitas dan masyarakat.
Pos ini dipublikasikan di Gubuk. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s